Home Lounge Dodolan Mengenal Karakter Penimba Ilmu dengan Sifat Gelas bagian Kesatu

Mengenal Karakter Penimba Ilmu dengan Sifat Gelas bagian Kesatu

302
0

Dalam memulai untuk melakukan sesuatu agar mendapatkan sesuai maka diperlukan sebuah ilmu bertujuan mempermudah proses dalam mencapai hasil yang telah direncanakan. Bahkan sejak manusia lahir hingga ke liang lahat menuntut ilmu adalah kewajiban bagi manusia. Ditambah lagi, orang-orang berilmu mereka akan diangkat derajatnya karena ilmu yang dimilikinya.

Demikian pada saat kita ingin mempelajari dunia internet marketing berlaku untuk hal-hal yang lainnya yang masih baru untuk anda. Diluar sana banyak sekali bahkan sedang menjamur popularitasnya tentang ilmu dunia internet marketing yang bertebaran. Mulai dari offline seperti seminar, workshop atau pelatihan private sampai yang berbentuk online seperti e-course, mentoring online, webinar bahkan sampai ebook itu semua merupakan bagian dari ilmu yang baru bagi anda.

Namun pernah anda merasakan? Mungkin sebagian dari anak adalah maniac course baik offline ataupun online semua di ikutin tetapi rasanya anda mengalami seperti berjalan ditempat yang tadinya berasumsi setelah mengikuti pelatihan akan dapat menerima insight baru sehingga dapat meningkatkan skill penjualan sampai dengan meningkat omset penjualan ternyata tidak demikian kenapa bisa seperti itu?

Kemungkinan anda sendiri yang bermasalah. tunggu sebentar, Benar  pada awalnya anda memang sedang mengalami  sehingga anda memutuskan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut agar setelah mengikuti masalah-masalah anda dapat di selesaikan. Namun kenyataan tidak sama sekali merubah kenyataan pada masalah-masalah yang sedang anda hadapi. Apa karena pelatihan tersebut tidak sesuai dengan masalah anda hadapi? Ada kemungkinan iya, tapi kemungkinan tersebesarnya adalah anda sendiri yang bermasalah.

Karena kenyataan dalam saat menuntut ilmu atau sedang mempelajari ilmu baru seringkali dihadapkan pada situasi dimana dapat menghambat dalam menerima ilmu itu sendi. Kata pepatah “ Ilmu itu cahaya”. Oleh karena itu, bisa jadi masalahnya terletak pada si penerima ilmunya walaupun masih ada beberapa faktor penyebab lainnya sepeti situasi kondisi atau apapun itu.

Pernahkah anda sering mendengar tentang gelas kosong, atau kosongkan gelas dahulu sebelum menerima ilmu atau informasi. Jika sudah tahu, bagus anda perlu melanjutkan membaca artikel ini sampai selesai dan hukumnya wajib sama bagi anda yang belum tahu tentang gelas kosong membaca artikel ini hingga selesai.

Kenapa gelas? Kenapa tidak baskom atau ember? Saya sedang mau membahas gelas sebagai contoh dikarenakan gelas merupakan benda yang hampir setiap waktu digunakan oleh anda  ataupun saya. Setuju? Saya anggap setuju. Artikel ini akan membahas setidak beberapa contoh karakter pribadi yang di analogikan dengan gelas dimana gelas dapat memberikan contoh dalam kemampuan memori yang kita miliki menerima dalam menuntut ilmu sedangkan air sebagai ilustrasi ilmu yang kita peroleh.

Berikut ini adalah beberapa contoh tentang bentuk gelas sesuai dengan sifat karakater penerima ilmu tersebut:

Pertama, bersifat Gelas Kosong

Mereka yang bersifat gelas kosong bahwa telah siap untuk menerima ilmu secara utuh saat memulai untuk menimba ilmu  dilakukan dengan rendah hati serta suka rela walaupun tidak pungkiri bahwa mereka sudah ekspert atau belum pada saat keadaan itu. Segala bentuk apapun yang diajarkan serta diberikan oleh mentor berupa kritikan atau saran masukan kepada mereka. Sehingga dengan begitu mereka yang memiliki sifat gelas kosong lebih mudah untuk memperbaiki masalah yang sedang dihadapi dengan ilmu-ilmu yang telah diajakarkan oleh mentor mereka.

Kedua,  bersifat Gelas Penuh

Mereka yang memiliki sifat seperti gelas penuh dengan artian mereka tidak ingin menerima ilmu dari apa yang sedang mereka pelajari atau mendengarkan seperti apa yang dikatakan oleh mentornya. Biasanya suka berbisik “ oh gitu doank…., Oh Cuma itu to…., yaah ternyata gtu dja….”  Karena pada dasarnya mereka sudah membentengin dirinya ketika diberikan sesuatu hal yang baru atau jikapun menerimanya dipastikan saja sedikit saja dengann beranggapan apa yang diajarkan mereka telah mengetahuinya atau merasa lebih baik.

Seperti itulah sebuah gelas yang penuh kemudian dicoba untuk menambahkan air kedalam kegelas tersebut maka gelas tersebut enggan menerimanya jikapun ada hanya sedikit yang bercampur sisanya akan meluber keluar.

Jadi, bagaimana menurut anda? Jika anda sedang memulai mempelajari sesuatu hal yang baru sangat disarankan menjadi gelas kosong sekalipun anda sudah pernah mengetahuinya. Kenapa demikian? Karena walaupun ilmunya secara teori alur kerjanya bisa dikatakan sama namun pemahaman dengan didasari pengalaman dalam menerapkan ke study kasus pada setiap orang berbeda karena terletak pada proses nya dijalaninya.

Dengan demikian, jika menerapkan pada diri anda maka keberhasilan dalam menyerap ilmu yang diajarkan oleh mentor anda dapat berpengaruh serta membantu menyelesaikan masalah yang sedang anda hadapi.

Baca Juga Disini : Beberapa karakter penimba ilmu susai dengan sifat gelas bagian Kedua

Facebook Comments

Seorang Nubie sedang mendalami dunia internet marketing ingin bisa berbagi info untuk mereka ingin belajar memasuki dunia internet marketing agar dapat bisa merasakan hasil pendapatan dari dunia internet marketing. mari tumbuh berkembang bersama. selamat belajar .